Minggu, 08 November 2009

KISAH TENTANG PERJANJIAN TIGA apaKAMPUNG BERSAUDARA (Tamilouw, Hutumuri Sirisori)



Mohon maaf atas apa yang beta sampaikan di sini jika terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam menghadirkan kembali kisah tentang perjanjian tiga kampung (desa) bersaudara, yakni Tamilouw di pulau Seram, Hutumuri di pulau Ambon dan Sirisori di pulau Saparua Kabupaten Maluku Tengah. Kisah ini saya rekam dari Blog resmi IKM (Ikatan Keluarga Maluku) di Semarang Jawa Tengah. Beta sendiri belum mengkaji lebih jauh tentang benar atau tidaknya prosesi atau kronologis terjadinya perjanjian tersebut,. Namun demikian apa yang telah di sampaikan mengenai kisah ini sedikit banyak di harapkan telah memenuhi keinginan kita anak cucu dari ketiga desa tersebut untuk menelusuri dan memahami lebih jauah mengenai sejarah terjadinya perjanjian tiga kampung bersauidara.
Sebagai anak cucu dari ketiga desa tersebut, sudah pasti mengetahu kisah ini karena sejak SD, kita semua sudah di ceritakan mengenai kisah in. Namun jika di antara kita ada yang belum mengetahuinya, maka perlu untuk mengungkap kembali kisah ini sehingga semua anak cucu yang berasal dari ketiga desa tersebut secara turun temurun dapat mengetahui sejarah besar tentang perjanjaian tiga kampung bersaudara.
Kisah tentang tiga kampung bersaudara tentunya merupakan spirit untuk mengembangkan kembali ikatan-ikatan sosial budaya yang selama ini kendor dan lemah karena kuarangnya apresiasi dari komunitas anak cucu dari ketiga desa ini. Pemahaman ini harus perlu di cetuskan untuk didialogkan secara terus menerus agar anak cucu dari ketiga desa ini memahami betul apa yang menjadi kelemahannya dan apa pula yang perlu di perankan dalam memenuhi persaingan kehidupan di Maluku.
Sebenarnya jika setiap komponen anak cucu mau memahami esensi dari konsensus sosial budaya yang lahir ratusan tahun lalu tersebut, maka mungkin generasi anak cucu saat ini tinggal melestarikan dalam berbagai moment sosial, budaya, politik, ekonomi dll. Jika kita menengok sejenak, maka mungkin kita berpendapat bahwa mengapa kita hanya besar di dalam tapi kita kendor di luar. Peran sosial, budaya, politik, ekonomi dan keamanan yang di tampilkan oleh generasi anak cucu saat ini belum menyentuh aspek paling esensi dari makna perjanjaian tersebut. Oleh karena itu kita harus bertekad melakukan perubahan dalam semua level kehidupan termasuk kesiapan kita dalam merespon berbagai event sosial budaya, politik dan ekonomi di Maluku maupun di Indonesia.
Sudah saatnya sekarang generasi anak cucu tiga kampung bersaudara tersebut untuk bangkit menghadapi ketatnya persaingan kehidupan. Namun demikian kita perlu memiliki seperangkat kematangan sehingga tidak terpinggirkan oleh adanya persaingan tersebut. Kita memiliki potensi sosial budaya dan politik, tapi disatu sisi kita juga masih perlu membenahi kualitas diri agar lebih matang untuk mampu memberikan kontribusi bagi proses pembanguanan di Maluku maupun di Indonesia.
ditelaah lebih jauh, maka sesungguhnya kisah ini telah merefleksikan proses terjadinya internalisai budaya dari berbagai tradisi yang hidup dan perkembang di Maluku khusnya di Maluku Tengah. Secara sosiologis kisah ini memberikan inspirasi tentang karasteristik dan pemahaman tentang konsensus -konsensus budaya yang hadir jauh sebelum konsensus-konsensus budaya yang di bangun oleh sebagian masyarakat kita saat ini. Misalnya saja tentang kesepakatan pela yang lebih mendominasi hubungan-hubungan sosial di Maluku Tengah. Kisah ini juga sekaligus memetahkan pemahaman kita tentang petingnya toleransi budaya dan agama dalam membimbing indvidu atau kelompok dalam setiap pemenuhan tindakan sosialnya.
Berikut ini, kisah singkat tentang perjanjian tiga kampung bersaudara (Tamilouw, Hutumuri, Sirisori) yang saya kutip dari blog resmi IKM (Ikatan Keluarga Mal.uku) Semarang Jawa Tengah.

September 17, 2008
Kisah tentang Pela HatumariCerita tentang perjanjian persaudaraan (pela)Antara negeri-negeri Tamilou, Hutumuri, dan SirisoriI. Penduduk gunung batu di Hatumeten.Pada permulaan abad yang keenambelas adalah dua orang laki bini berdiam padagunung batu dinegeri Hatumeten (dibahagian selatan Pulau Serang). Mereka itumempunyai 3 orang anak laki2, yaitu: yang sulung bernama Temanolle, yangtengah bernama Simanolle, dan yang bungsu bernama Silaloi; dan lagi 2 oranganak perempuan, yang bernama Nyai Intan dan Nyai Mas. Ketika itu ibu bapa dananak2nya itu masih kafir.II. Peperangan di Hote-banggoi.Sesudah anak2 itu besar, maka terjadilah peperangan antara orang2 Portugis danorang2 negeri Hote banggoi (dibahagian selatan Pulau Serang). Waktu itu diHote banggoi adalah seorang gadis, yang terlalu amat cantik parasnya, namanyaNyai Burnama. Banyaklah kapitan diPulau Serang yang ingin kawin dengan NyaiBurnama itu, sehingga masing2 menunjukkan gagah perkasanya beberapa bulanmembantu orang2 Portugis akan mengalahkan orang2 Hote banggoi, tetapi sia2lahusahanya.Setelah khabar peperangan itu kedengaran di Hatumeten, maka bermupakatlahTemanolle, Simanolle dan Silaloi dengan diam2, lalu pada tengah malan (dengantidak ketahuan kedua saudaranya perempuan dan ibu bapanya) ketiga turunkepantai, menolak kora2 (perahu), kemudian berlayar ke Hote banggoi.Tatkala tiba dipelabuhan Hote-banggoi, maka perahu2 kapitan yang mendahuluinyasudah penuh sesak dipelabuhan, sehingga perahu ketiga orang bersaudara itutidak dapat mendarat. Sebab itu diikatnya perahunya Pada perahu yangterlebih jauh dilaut, lalu ketiganya meniti pada perahu2 yang lain, sehinggasampai ketepi pantai.Mereka itu ditanya oleh kepala Portugis begini: "Dari mana kamu datang dankemana hendak pergi?"jawabnya: "Kami datang dari hatumeten kemari akan membantu orang2 Portugisberperang melawan orang2 Hote-banggoi."Kepala Portugis itu bertanya pula: "Bolehkah?"jawab ketiganya: "Tanggung baik!"Sudah itu kepala Portugis itu menyerahkan peperangan itu diatur oleh 3 orangbersaudara itu. Ketiganya mengatur perang itu begini: segala kapitan Patalimasebelah utara dan semua kapitan Patasiwa sebelah barat, lalu sama2 menyerangorang2 Hote-Banggoi.Sesudah berperang 3 hari lamanya, maka tiba2 Temanolle, Simanolle dan Silaloimeniup kulit bianya, lalu kalahlah orang2 Hote-Banggoi. Terjadilah kesukaanyang amat besar diantara orang2 yang menang, pesta beberapa hari lamanya,dibunuh banyak sapi. Ketiga orang bersaudara itu minta makan hati dan jantungsapi saja.Ketika berpesta itu Temanolle masuk keluar rumah di Hote-Banggoi, sertaberpakaian seperti orang disitu, rupanya hendak masuk Islam. Hal itu tidakdisetujui oleh Simanolle dan Silaloi, lalu keduanya mengajak Temanolle, supayaber-sama2 keluar dari Hote-Banggoi, berlayar ke Ambon. Sesudah sepakat, makamereka menyatakan maksudnya kepada kepala Portugis itu.III. Perangkatan dari Hote-Banggoi ke Hatumari.Setelah perahunya dicap oleh kepala Portugis itu dengan No. 16, makaberangkatlah mereka itu dari pelabuhan Hote-Banggoi, berlayar menyusur pantaiPulau Serang, sehingga tiba dipelabuhan Sinau, lalu ketiganya naik kenegeriHatumari.Disitu kelakuan Temanolle sebagai di Hote-Banggoi juga, serta tidak mauberangkat lagi. Sebab itu Simanolle dan Silaloi bermupakat akan berangkatmeninggalkan saudara yang sulung itu.IV. Perjanjian di Hatumari.Sebelum berCerai, maka ketiganya naik keperahu, ikat tiga jari kelingkingtangan kirinya dengan tulang daun seribu, belah ujung2 jari itu, tiriskandarahnya kedalam sebuah mangkuk kayu, lalu ketiganya minum dan bersumpah:"Yang satu tidak boleh lupa atau menggagahi yang lain. Siapa yang melawanperjanjian ini, dikutuki Tuhan Allah sampai kepada pupu yang kedua, ketiga dankeempat."Sesudah berjanji demikian, maka yang sulung turun kedarat, tinggal diHatumari, yang kemudian dipindahkan diubahkan namanya menjadi Musitoa Amalatuatau Tamilou.V. Perangkatan dari Hatumari ke Hatuila.Yang tengah dan bungsu berlayar ke-pulau2 Lease. Sementara berlayar,bertiuplah angin ribut dan turunlah hujan lebat, sehingga tidak kelihatandarat. Keduanya berhanyutan dibawa angin dengan sangat kedinginan. Merekaitu kemalaman dilaut.Setelah siang hari, maka perahunya terkandas di Hatuila atau labuhan Ananas,dibelakang tanjung Ouw. Yang bungsu, yaitu Silaloi, tidak mau berlayar teruslagi. Ia memberi selamat berlayar kepada saudaranya yang tengah, lalu naiklahia kedarat hingga sampai kesepohon beringin besar. Diperusahnya tempatdiamnya disitu dan tempat itu dinamainya Elhou.Kemudian datang juga banyak orang dari lain2 tempat kesitu dan akhirnyanegeri itu dipindahkan tempatnya, serta dinamai Louhata Amalatu atau Sirisori.Kerena agama, maka dalam tahun 1717 terpaksalah negeri itu terbahagi dua,yaitu Sirisori Serani dan Sirisori Islam, satu-satu dengan pemerintahnyasendiri.VI. Perangkatan dari Hatuila ke Wai Yori.Sesudah yang bungsu naik kedarat, maka yang tengah, yaitu Simanolle, berangkatdari Hatuila, menuju pulau Molana, terus keteluk Baguala, singgah di Wai Yori.Temmpat singgahnya itu sekarrang dinamai Hutumuri keCil.Dari situ ia naik kedarat dan tinggal di Leunusa, yang kemudian dipindahtempatnya sertai dinamai Siwa Samasuru Amalatu atau Hutumuri.VII. Dua saudara perempuan pergi menCari 3 saudara laki2.Nyai Intan dan Nyai Mas serta ibu bapanya amat berdukaCita, karena Temanolle,Simanolle dan Silaloi sudah lama belum kembali. Sebab itu Nyai Intan dan NyaiMas meminta izin kepada ibu bapanya, lalu keduanya naik sebuah perahu, pergimencari ketiga saudaranya laki2 itu.Setelah sampai di Hote-Banggoi, mereka turun bertanya. Maka dikhabarkanorang, bahwa ketiganya sudah berlayar ke Ambon.Kedua orang perempuan itu berangkat pula, berlayarr menyusur pantai.Ketika sampai dipelabuhan Sinau, tampaklah asap api didarat, lalu mereka naikke Hatumari, kebetulan bertemu dengan kakaknya yang sulung, yaitu Temanolle,yang sudah berpakaian Cara orang Islam dan telah mengganti namanya menjadiKora.Sesudah mendapat khabar dari Temanolle bahwa Simanolle dan Silaloi sudah teruske Ambon, maka berlayarlah dua orang perempuan itu, ssehingga singgah diNusalaut. Keduanya mendapat keterangan dari seorang laki2 yang bernamaBerhitu, bahwa dua orang laki2 itu tidak ada disitu. Sebab itu berangkatlahdua orang perempuan itu menyeberang kepulau Saparua, singgah dipelabuhanHatuila, kebetulan bertemu dengan saudaranya laki2 yang bernama Silaloi, laluketiganya naik ber-sama 2 kenegeri Elhau, tinggal disitu beberapa harilamanya. Silaloi menceritakan bahwa Simanolle sudah terus ke Ambon.Pada suatu hari, tiga orang bersaudara itu turun ke Hatuila, lalu dua orangperempuan itu berlayar menuju kesebelah kiri pulau Molana, kemudian angintimur mengantar keduanya keteluk Baguala, singgah di Wai Yori. Disitu merekabertemu dengan saudaranya laki2 yang bernama Simanolle, lalu ketiganya naikkenegeri Leunnusa, tinggal disana dengan kesenangan beberapa lamanya.VIII. Nyai Intan dan Nyai Mas kawin.Ketika kapitan Bakarbessy, di Waai, mendengar khabar bahwa ada 2 orang gadisyang elok perasnya di Leunusa, maka pergilah ia kesana meminta Nyai Intan akanmenjadi isterinya. Permintaannya itu dikabulkan, lalu mereka kawin. Kemudiankeduanya pergi ke Waai.Kapitan Manuhutu di Haria meminta juga Nyai Mas akan menjadi isterinya.Permintaannyapun diluluskan, lalu keduanya kawin. Sudah itu mereka pergi keHaria.IX. Orang Portugis membakar negeri Leunusa.Makin lama makin ber-tambah2 banyaknya orang yang datang dan tinggal dinegeriLeunusa.Pada suatu hari adalah seorang perempuan dari negeri itu, yang bernama TainaMatutan Souhuwat, turun kepantai akan mengambil air laut. Ia dituruti olehseekor anjing. Tiba2 datanglah sebuah kapal Portugis, lalu berlabuhdipelabuhan Hunilait. Ketika orang2 kapal itu turun kedarat, maka perempuanitu lari bersembunyi didalam pelepah rumbia.Melihat anjing itu, maka orang2 Portugis itu tahu bahwa disitu ada orang.Sebab itu mereka mencari sehingga mendapat peremppuan itu, lalu dipaksamenunjukkan jalan kenegerinya. Karena ber-ulang2 dipaksa, tetapi ia tiadamau, maka ia di-palu2 dan di-celup2 dalam air laut, sehingga akhirnya iamenunjukkan jalan itu.Tempat perempuan itu disengsarakan, kemudian dinamai Toisapu (=pukul-celup).Setelah orang2 Portugis itu sempat ke Leunusa, maka penduduk negeri itumelawan, tidak mau turun kepantai. Sebab itu negeri itu dibakar, sehinggapenduduknya terpaksa lari melindungkan dirinya. Yaitu 70 rumahtangga ke Passodan 100 rumah tangga ke Siwa Samasuru, dibawah perintah Latu Tampedor.X. Panaskan perjanjian persaudaraan (pela) di Toisapu.Pada suatu ketika Temanolle berangkat dari Hatumari, berlayar ke Hatuila, lalunaik kedarat mendapatkan Silaloi di Elhau. Keduanya ber-sama2 turun keHatuila, lalu berlayar ke Wai Yori, sudah itu naik ke Leunusa mendapatkanSimanolle.Setelah tinggal beberapa lamanya di Leunusa, maka pada suatu hari turunlahketiganya ke Toisapu. Disitu masing2 menyatakan perubahan nama dan tempattinggalnya. Yaitu Temanolle alias Kora di Hatumari (kemudian berpindah keMusitoa Amalatu atau Tamilou). Simanille***** alias Kore di Leunusa (laluberpindah ke Siwa Samasuru Amalatu atau Hutumuri). Dan Silaloi alias Koraledi Elhau (akhirnya berpindah ke Louhata Amalatu atau Sirisori).Sudah itu, ketiganya mengulangkan atau memanaskan pula perjanjiannya yang diHatumari itu.XI. Mengirimkan tanda mata.Setelah memberi selamat tinggal kepada Simanolle, maka berangkatlah Temanolledan Silaloi dari pelabuhan Hunilait, sedang Simanolle pulang ke Leunusa (laluberpindah ke Siwa Samasuru Amalatu).Sementara pelayarannya, mereka bermupakat akan mengirimkan tanda mata kepadasaudaranya dinegeri Siwa Samasuru Amalatu itu. Yaitu Temanolle akanmengirimkann pohon tebu rotan serumpun dan Silaloi mau mengirimkan pohon saguserumpun.Setiba dipelabuhan Hatuila, maka Silaloi naik ke Elhau, sedang Temanolleberlayar terus ke Hatumari.Kemudian Temanolle dan Silaloi masing2 mengirimkan tanda matanya kepadaSimanolle, dihanyutkan saja dilaut. Maka bahagian kiriman itu, yang tibakedarat sebelum siang, menjadi pohon tebu dan pohon sagu; tetapi bahagian yangsampai kedarat sesudah siang berubah menjadi pohon tebu2 dan pohon manggi2.Turunan rempun pohon sagu itu sekarangada dibahagian negeri Rutung; kalaupohon sagu itu ditebas rumput sekelilingnya, sudah itu ditebang, maka tidakberisi, meskipun sudah tua.XII. Peraturan adat.Menurut peraturan adat orang tua2 pada zaman dahulu, maka penduduk negeri2Tamilou, Hutumuri dan Sirisori harus ber-tolong2an.Dan lagi orang laki2 dari salah sebuah negeri itu dilarang bertunangan ataukawin dengan orang perempuan dari negeri yang sebuah lagi. Barang siapa yangmelanggar larangan itu dihukum denda 9 gung, 9 pinggan batu, 9 kayu kainputih, 9 kayu kain berang, 9 kain petola, 9 ular mas, 9 peles sopi, 9 tempatsirih lengkap dengan isinya dan 9 ikatan rokok; atau orang itu disalele(direbat) dengan daun kelapa yang muda, lalu diantarkan berkeliling negerisambil memalu tifa dan gung.Kalau diingat akan perkawinan turun-temurun dalam tiap2 negeri, maka dapatlahdipastikan, bahwa semua penduduk negeri Tamilou, Hutumuri dan Sirisori adalahturunan daripada ketiga moyang itu; jadi terikat pada perjanjiannya.Ingatlah akan kata orang tua2 yang begini bunyinya: "Berdosa kepada TuhanAllah dapat diampuni;tetapi bersalah kepada nenek moyang tidak dapatdiampuni." Jadi kalau melanggar perjanjian itu, maka akan dihukum menurutperaturan adat; lain daripada itu akan mendapat rupa2 susah dalam kehidupanjuga.XIII. TambahanDibawah ini adalah ayat2 suat (nyanyian) yang dinyanyikan oleh saudara-saudariHutumuri pada tgl. 27 Januari 1948 waktu mereka mulai tiba dinegeri SirisoriSerani dan lagi pada tanggal 30 Januari 1948 sebelum dan sesudahmenceriterakan perjanjian persaudaraan itu dibalai negeri Sirisori Serani.No. 1 SUAT KEPATA.1. Sopo sopo Siwa Samasuru o,Sopo mulana siwalano sopo (2x).2. Sopo Musitoa Amalkatu sopoSopo mulana siwalano sopo (2x).3. Sopo Louhata Amalatu sopo,Sopo mulana siwalano sopo (2x).4 Sopo aman telu Hote Banggoi tempatpeperangan o, Sopo mulana siwalano sopo (2x).5. Sopo Hatumari tempat minum darah o,Sopo mulana siwalano sopo (2x).6. Timi o waya timi heri o,Timi heri o tena waya timi heri o (2x).7. Yori maso mele maso mele mele o,Lapi2 koni maso mele mele o (2x).8. Sioh, sioh, sioh laha kona eLaha kona mele manuale sawa o (2x)9. Hasa2, hasa maro maro eHasa tanjung Ouw, labuang Ananas o (2x).no. 2 SUAT TANAH.1. Ada raleng e bumi raleng raleng e,Louhata Amalatu e bumi raleng.2. Ada raleng e bumi raleng raleng eLouhata Sigumala e bumi raleng.3. Ada raleng e bumi raleng raleng e,Nulabuang Manuhua e bumi raleng.4. Ada raleng e bumi raleng raleng e,Kapitan Pasari e bumi raleng.5. Ada raleng e bumi raleng raleng e,Kapitan Patase e bumi raleng.6. Ada raleng e bumi raleng raleng e,Kageraka rake bumi e bumi raleng.7. Ada ilang emara ilang ilang e,Yupu meme intan e peremata.8. Ada yaing e puli yaing yaing e,Upu latu Kesauliy e puli yaing.9. Ada yaing e puli yaing yaing e,Upu latu Laya pawaka puli yaing.10. Ada yaing e puli yaing yaing e,Yau sopo tapa e puli yaing.11. Latu Sibori e latu Sibori Sibori e,Latu sibori, Luhu latu e berekati same.12. Latu Sibori, e latu Sibori Sibori e,Latu Sibori, Luhu latu e berekati lesi.No. 3. SUAT LEUNUSA.1. Leunusa o Leunusa o,Auputu o Leunusa o. (2x)2. Tumbang o hitu tumbang o,Lili bantu hale hitu tumbang o (2x)3. Yori maso mele maso mele mele o,Lapi2 koni maso mele mele o (2x)4. Sioh, sioh, sioh laha kona e,Laha kona mele manuale sawa o (2x)5. Timi o waya timi heri o,Timi heri o tena labuang Unilai o (2x)6. Hasa hasa hasa maro maro e,Tanahlah Naniwel petuwari lete o (2x)7. Niwel e latu Nusaniwel e,Hiku rinda hale latu Nusaniwel e (2x)8. Leitimur o Leitimur o,Khabarmu cerita Leitimur o (2x)9. Kapal Anna la o Kapal Anna la o,Kapal lete latu lua labuang Hunipopu o (2x)10 Latu Kompania latu kebesaran o,Latu Kompania latu kebesaran o (2x)11. Bangsawan rulu heri kota hatu e,Bangsawan rulu heri Harugajah (*****Jim Collins says "haugajah) o (2x)12. Latu Sirimau latu Sirimau e,Kapuri mese mese latu Sirimau o (2x)13. Tanda surat e tanda surat e,Latu grati siwa tanda surat e (2x)14. Sioh, sioh, sioh laha kona e,Laha kona mele manuale sawa o (2x)No. 4. SUAT JALAN.Wele rula tani tea ina leu hale,Penu penu latu rale hale.Mutabea upu latu, tabea siwa lima o (2x).Sopo siwa lima suka rame rame,Petu jadi latu uli siwa o (2x).sopo yupu e (2x)Sopo leo nini ai sopo yupu e (2x).yana rua lesi wau latu yea o,yana teru o lesi wau latu yea o (2x).Lae lana pati lae lana pati e (2x)Wele Hutumuri latu o,Sili o Soli latu lete Tamilou o,O siwa o siwa uli lima o,Uli lima tasa lena latu telo o (2x).Ele timi o waya timi heri oTimi heri o tena waya timi heri o(2x)Sioh, sioh, sioh laha kona e,Laha kona mele manuale sawa o (2x).[sumber: oldmaluku.net. Ditulis oleh A. Sopaheluwakan, dari sumber:Tante Ci Thenu, sekitar 1965].Posted by IKATAN KELUARGA MALUKU (IKM) JAWA TENGAH at 9/17/2008 01:54:00 AM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar